BINJAI – Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wali Kota Binjai berakhir ricuh pada Selasa (13/10/2026) sore.
Ketegangan terjadi ketika sejumlah pengunjuk rasa berusaha menerobos pagar dan pintu utama kantor wali kota.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan dua persoalan utama, yakni kondisi jalan rusak di Kota Binjai serta kebijakan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Olahraga, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Ponsel Gratis untuk Bansos, Siapa yang Berhak Menerima? Berdasarkan pantauan di lokasi, demonstrasi awalnya berlangsung dengan penyampaian aspirasi di depan kantor wali kota.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah peserta aksi mencoba membakar ban bekas. Petugas kepolisian yang berjaga berupaya mencegah tindakan tersebut.
Ketegangan meningkat saat sejumlah pengunjuk rasa melompati pagar dan bergerak menuju pintu utama kantor wali kota.
Massa disebut kecewa karena tidak ada pejabat Pemerintah Kota Binjai yang menemui mereka untuk menerima aspirasi secara langsung.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemudian berupaya menghalangi massa yang hendak masuk ke area kantor.
Adu mulut dan aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh polisi.
Di tengah kericuhan tersebut, seorang pengunjuk rasa bernama Gurky mengaku dipukul oleh anggota Satpol PP ketika berusaha masuk melalui pintu utama kantor wali kota.
Pengunjuk rasa lainnya, Rahmat Situmorang, juga menyampaikan kekecewaannya karena menilai aspirasi mahasiswa tidak mendapat tanggapan dari pejabat Pemerintah Kota Binjai.
Ia menyebut seorang rekannya mengalami dugaan pemukulan saat demonstrasi berlangsung.