MEDAN - Kondisi siswa SD Negeri 060879 Medan yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membaik. Hingga Sabtu (10/10/2026), empat siswa masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI) Medan.
Dokter spesialis anak RSU IPI Medan, Mahrani Lubis, mengatakan dua pasien telah diperbolehkan pulang pada Sabtu setelah menunjukkan perkembangan kondisi yang baik. Sementara itu, empat siswa lainnya masih harus menjalani rawat inap dan pemantauan medis.
"Total pasien yang kita rawat saat ini ada enam siswa, namun dua pasien sudah diperbolehkan pulang karena menunjukkan perbaikan," ujar Mahrani, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga: Skandal Korupsi Motor Listrik MBG Rp 863 M! 5 Tersangka Diseret ke Kejari, Ribuan Unit Ternyata Bodong Mahrani menjelaskan, sebelumnya terdapat 17 siswa yang mendapatkan penanganan medis pada Jumat (9/10/2026). Sebanyak 12 pasien diperbolehkan pulang pada hari yang sama sehingga tersisa lima pasien yang masih menjalani perawatan.
Namun, pada Sabtu pagi, satu pasien kembali datang untuk mendapatkan penanganan medis. Dengan demikian, jumlah pasien yang sempat dirawat menjadi enam siswa.
Menurut Mahrani, hasil pemeriksaan terhadap dua pasien yang diperbolehkan pulang menunjukkan kondisi mereka telah normal. Sebelumnya, kedua pasien mengalami keluhan mual dan muntah, disertai gangguan irama jantung.
"Kedua pasien sudah normal. Satu pasien memang kemarin dengan keluhan mual muntah, ini sudah tidak ada lagi muntahnya. Hasil pemeriksaan laboratoriumnya pun normal," katanya.
Sementara itu, empat siswa lainnya masih mengeluhkan sakit perut yang cukup hebat. Meski demikian, kondisi mereka secara umum telah membaik dan tidak lagi mengalami muntah-muntah.
"Kondisi mereka (keempat pasien) sudah membaik secara umum ya, sudah tidak lagi muntah-muntah, cuma dikeluhkan tadi saja, namun ada perbaikanlah dari yang kemarin," tutur Mahrani.
Dokter subspesialis alergi imunologi tersebut mengatakan keempat siswa belum diperbolehkan pulang karena masih membutuhkan pemantauan dan observasi lebih lanjut.
Penanganan medis terhadap para siswa terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi mereka. Sementara itu, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa setelah menyantap menu MBG masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.* (mi/dh)