MEDAN - Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Medan dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan setelah mengalami keluhan mual dan muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu orang tua siswa menyebut susu kemasan yang dikonsumsi anaknya diduga sudah tidak layak karena menggumpal.
Orang tua siswa bernama Siti Nurjannah (33) mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, susu tersebut bukan kedaluwarsa, tetapi kondisinya sudah menggumpal.
"Katanya susunya udah nggak bagus, tapi bukan kedaluwarsa, cuma susunya menggumpal gitu," ujar Siti, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga: Lima Tersangka Kasus Motor Listrik MBG Diserahkan ke Jaksa, Ini Peran Mereka Siti mengaku mengetahui anaknya dibawa ke rumah sakit pada Jumat (9/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia sedang mengantar anak keduanya yang masuk sekolah pada siang hari.
Ketika tiba di sekolah, Siti melihat sejumlah orang berkumpul dan para guru terlihat panik. Awalnya, ia belum mengetahui bahwa anaknya termasuk siswa yang dibawa ke rumah sakit.
"Saya kebetulan ngantar anak saya yang kedua, dia masuk siang, terus saya lihat kok ada rame-rame, guru-gurunya juga kelihatan panik," katanya.
Setelah mengetahui anaknya turut dibawa ke rumah sakit, Siti langsung menuju RS Imelda Medan untuk memastikan kondisinya.
"Terus pas saya lihat rupanya anak saya kena juga dia. Makanya saya panik jadi langsung ke sini," ujarnya.
Menurut Siti, anaknya mengalami keluhan mual dan muntah. Ia mendapat informasi bahwa keluhan tersebut diduga berkaitan dengan susu kemasan yang dikonsumsi dalam menu MBG.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dipastikan. Siti mengatakan kondisi anaknya kini sudah membaik.
"Mual dan muntah keluhannya, tapi sekarang kondisinya sudah membaik," kata Siti.
Sebelumnya, sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imelda Medan setelah mengalami keluhan usai menyantap menu MBG.