MEDAN – Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, viral di media sosial.
Pedagang tersebut diduga menjadi korban penganiayaan karena tidak memberikan uang lapak yang diminta sejumlah pria.
Dalam video yang beredar, seorang perempuan yang diduga merupakan pedagang di lokasi tersebut menceritakan persoalan yang dialaminya terkait lapak tempat berjualan.
Baca Juga: Pemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis AI, Warga Cukup Akses Lewat WhatsApp "Perkara lapak (jualan) mau dibunuh aku gara-gara lapak. Ini kan lapak bukan untuk disewa, ini lapak orang. Kasar kali ngomongnya, tidak bisa pelan," ucap perempuan tersebut dalam video.
Dalam video itu juga disebutkan seorang pria yang diduga pemuda setempat meminta uang kepada pedagang bernama Yusmadi.
Karena permintaan uang tersebut disebut tidak dipenuhi, Yusmadi kemudian diduga dikeroyok oleh tiga orang.
Korban disebut mengalami sejumlah luka akibat dugaan pengeroyokan tersebut. Luka antara lain terdapat pada bagian kepala hingga kaki.
Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
"Korban sudah membuat laporan polisi. Sudah kita terima laporan polisinya," ucapnya, Jumat (2/10/2026).
Bambang mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Proses ini penyelidikan karena akan memanggil sejumlah saksi," ucapnya.
Polisi selanjutnya akan memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan dan mendalami dugaan penganiayaan terhadap pedagang tersebut.