TAPTENG- Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (26/9/2026). Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak banjir yang merendam permukiman warga hingga badan jalan.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur kecamatan dan kelurahan langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak.
"Diketahui hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Sabtu (26/9/2026) menggenangi permukiman warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah," kata Masinton dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Sumut Dihantam Cuaca Ekstrem! Puting Beliung Sapu 9 Rumah di Taput, Banjir Rendam Samosir dan Deli Serdang Tujuh kecamatan yang terdampak yakni Tukka, Badiri, Sarudik, Pinangsori, Kolang, Tapian Nauli dan Pandan.
Di Kecamatan Tukka, banjir merendam sejumlah lingkungan di Kelurahan Bonalumban dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. BPBD mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Banjir juga merendam Lingkungan II/Sigotom, Kelurahan Tukka. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa hingga membuat akses jalan lintas lumpuh.
Sementara di Kelurahan Hutanabolon, banjir merendam Lingkungan I dan IV akibat luapan sungai. Kondisi tersebut disebut terjadi karena belum adanya normalisasi dan pengerukan.
Di Kecamatan Badiri, banjir merendam permukiman warga dan badan jalan akibat luapan Sungai Aek Lopian. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan menyebabkan arus lalu lintas di jalan lintas Padangsidimpuan-Sibolga terganggu.
Banjir di Kecamatan Sarudik merendam Kelurahan Pasir Bidang dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Selain permukiman, air juga menggenangi jalan lintas sehingga kendaraan kesulitan melintas.
Sejumlah permukiman di Kelurahan Pondok Batu juga ikut terdampak banjir.
Di Kecamatan Pinangsori, banjir merendam Dusun I, Desa Parjalihotan. Air masuk ke permukiman dan sejumlah rumah warga.
Sementara di Kecamatan Kolang, banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa merendam permukiman di Kelurahan Kolang Nauli. Sebagian warga memilih mengungsi saat banjir terjadi.