BATANG — Korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan jumlah korban mencapai sekitar 300 orang hingga Kamis, 24 September 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan catatan Rabu malam, 23 September 2026, yang mencapai 276 orang.
Baca Juga: Kukuhkan Kepala BPKP Sumut, Wagub Surya: Setiap Rupiah Harus Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat Menurut Faiz, korban berasal dari berbagai kelompok usia. Mereka terdiri atas bayi, orang dewasa hingga lanjut usia.
"Ada yang 10 bulan, yang paling kecil sampai dewasa dan bahkan mungkin usia senja juga sudah ada," ujarnya di RSUD Batang, Kamis, 24 September 2026.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengatakan makanan MBG tersebut dikonsumsi warga pada Selasa, 22 September 2026.
Pada malam harinya, sejumlah warga mulai mengalami keluhan kesehatan seperti mual dan diare.
Kemudian pada Rabu, 23 September 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, perangkat Desa Pasusukan melaporkan adanya sejumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan kepada Polsek Bawang.
"Setelah menerima informasi tersebut, Kapolsek Bawang beserta anggota langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan terhadap warga, berkoordinasi dengan perangkat desa, Puskesmas Bawang, Dinas Kesehatan, serta pihak terkait," ujar Warsono dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis, 24 September 2026.
Polisi bersama pihak terkait kemudian mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi warga.
"Sampel makanan dari menu yang dikonsumsi pada Selasa, 22 September 2026 juga telah diamankan dan dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Semarang," tambahnya.
Warsono meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.