MEDAN — Fenomena hujan es terjadi di kawasan Medan Johor dan sekitarnya, Sumatera Utara, pada Rabu sore, 23 September 2026.
Hujan yang turun disertai bongkahan kecil mirip es tersebut sempat membuat warga heboh.
Video yang memperlihatkan hujan membawa bongkahan-bongkahan kecil mirip es juga beredar di media sosial.
Baca Juga: Infinix XBOOK 14 NEO Resmi Meluncur di Indonesia! Laptop Ringan, Harga Mulai Rp7,99 Juta Hujan deras melanda sebagian wilayah Kota Medan sekitar sore hari. Selain intensitas hujan yang tinggi, kondisi tersebut juga disertai angin kencang.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, membenarkan terjadinya hujan es di sebagian wilayah Medan.
Menurut Hendro, fenomena hujan es umumnya berkaitan dengan pertumbuhan awan Kumulonimbus.
"Berdasarkan data pengamatan dari BBMKG Wilayah I sekitar pukul 15.20 WIB, terjadi hujan lebat di sebagian wilayah kota Medan yang disertai dengan angin cukup kencang mencapai 19 knot," kata Hendro, Rabu (23/9/2026) sore.
Hendro menjelaskan terdapat sejumlah ciri yang dapat diamati sebelum fenomena hujan es terjadi.
Langit biasanya berubah dengan cepat menjadi gelap atau pekat. Setelah itu, angin dapat tiba-tiba menguat dan berubah arah.
"Pada jam 15.00 WIB pengamatan angin calm, dan kemudian pada jam 15.30 berubah menjadi 19 knot. Suhu udara terasa lebih dingin secara tiba-tiba," perinci Hendro.
Perubahan suhu juga terjadi dalam waktu relatif singkat. Pada pukul 15.00 WIB, suhu udara tercatat 32,6 derajat Celsius. Selanjutnya suhu turun menjadi 26 derajat Celsius.
Hujan kemudian turun dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.