KARO - Aktivitas Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih terpantau. Dalam periode pengamatan Rabu (23/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, tercatat 14 kali gempa, dengan 10 di antaranya merupakan gempa vulkanik dalam.
Data tersebut berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra. Dari total 14 gempa, tercatat satu gempa hembusan, satu gempa low frequency, 10 gempa vulkanik dalam dan dua gempa tektonik lokal.
Gempa vulkanik dalam menjadi aktivitas kegempaan yang paling banyak tercatat. Gempa tersebut memiliki amplitudo 2-6 milimeter, S-P 1-2,4 detik dan durasi 6-12 detik.
Baca Juga: Alami Nyeri Perut Parah Buntut Keracunan MBG, Siswi SMK Karo Dilarikan ke RSU Haji Medan Sementara itu, satu gempa hembusan tercatat dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 22 detik. Satu gempa low frequency memiliki amplitudo 2 milimeter dengan durasi 43 detik.
Adapun dua gempa tektonik lokal tercatat dengan amplitudo 2-5 milimeter, S-P 6,7-9 detik dan durasi 20-27 detik.
Dari pengamatan visual, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah utama tampak berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan mencapai ketinggian sekitar 100-500 meter dari puncak.
Di tengah aktivitas tersebut, personel TNI-Polri juga meningkatkan patroli di kawasan zona merah Gunung Sinabung.
Patroli dilakukan personel TNI dari Koramil 04/Simpang Empat jajaran Kodim 0205/Tanah Karo bersama personel Polsek Simpang Empat Polres Tanah Karo pada Senin (21/9).
Sejumlah lokasi menjadi sasaran patroli, di antaranya kawasan kaki Gunung Sinabung, Desa Kuta Tengah, Simpang Tiga Kicat, Desa Sukandebi hingga Desa Kutagugung.
Dalam patroli itu, petugas mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Sinabung.
Masyarakat dan pengunjung diminta tidak beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta tidak memasuki radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 5 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Warga yang berada di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.