BANTUL — Salah satu pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan setelah video atau pernyataannya yang diduga mengolok-olok korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada SPPG dan pegawai yang bersangkutan.
Pegawai tersebut diketahui berposisi sebagai pengawas keuangan di SPPG.
Baca Juga: Imbas Marak Keracunan MBG di Sumut, Dinkes Siantar Perketat Dapur SPPG dan Juru Masak "Kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan," kata dia, Sabtu (19/8/2026).
Gagat menegaskan, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak kepada penerima manfaat harus disikapi secara serius.
Menurut dia, empati dan rasa kemanusiaan harus dikedepankan dalam menghadapi kondisi tersebut.
"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak."
Dalam kondisi seperti ini, kata Gagat, seluruh jajaran SPPG harus mengedepankan kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan sikap saling menghormati.
"Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati," ujarnya.
Gagat mengatakan kejadian di satu wilayah harus menjadi perhatian dan pembelajaran bagi seluruh jajaran SPPG di wilayah lainnya.
Ia tidak ingin kejadian yang menimpa penerima manfaat justru dijadikan bahan candaan, olok-olok, maupun komentar yang dapat melukai masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Di sisi lain, Gagat menekankan proses penanganan setiap kejadian harus tetap berdasarkan fakta.