Tragedi di Tambang Emas Ilegal Solok, 11 Orang Tewas Tertimbun di Lokasi!

Redaksi - Jumat, 27 September 2024 07:14 WIB

SUMBAR –Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas tertimbun di lokasi tambang emas yang diduga ilegal di kawasan Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 26 September 2024, dan hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung, mengingat sulitnya akses ke lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irwan Efendi, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat (27/9) siang, data sementara menunjukkan 11 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian ini. Selain itu, sembilan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sejumlah orang lainnya masih hilang dan belum ditemukan.

“Yang belum ditemukan belum dapat informasi,” kata Irwan saat dihubungi kumparan. Informasi yang diperoleh dari lokasi menunjukkan bahwa tim evakuasi telah bergerak menuju tempat kejadian, meskipun akses ke lokasi sangat sulit.

Irwan menjelaskan, waktu tempuh menuju lokasi tambang sangat lama, mencapai empat jam dari nagari (desa) terdekat. “Jadi kami jelaskan, karena lokasi medan sangat sulit, waktu tempuh juga cukup lama dari perkampungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut merupakan tambang yang diketahui masyarakat setempat memiliki potensi emas, namun dianggap ilegal. “Ini semacam tambang ilegal,” ujarnya, menyoroti bahaya yang mengintai para penambang yang beroperasi tanpa izin dan peraturan yang memadai.

Kepala BPBD Kabupaten Solok menekankan pentingnya menghimpun data secara menyeluruh untuk memahami sepenuhnya dampak tragedi ini. Tim BPBD bersama aparat kepolisian dan relawan lainnya telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan mencari para korban yang masih hilang.

Tragedi ini menyoroti kembali masalah tambang ilegal di Indonesia, yang seringkali mengabaikan keselamatan pekerja dan lingkungan. Kejadian ini mengingatkan kita akan perlunya penegakan hukum yang lebih ketat serta edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya aktivitas penambangan ilegal.

Sementara itu, keluarga korban menanti kabar dengan harapan yang mendalam. Kejadian ini meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat di sekitar, dan diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Dengan meningkatnya kasus kecelakaan di tambang-tambang ilegal, diharapkan perhatian yang lebih besar dari pihak berwenang untuk menangani isu ini, agar keselamatan masyarakat dapat terjamin dan praktik-praktik ilegal dapat diminimalisir.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar

Peristiwa

Mendagri Tito Karnavian Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Termasuk untuk Adat

Peristiwa

Presiden Prabowo Dikabarkan Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh

Peristiwa

Heboh Dugaan Larangan Hijab di Unhan, MUI: Jika Benar, Ini Pelanggaran Hak Konstitusional!

Peristiwa

Kemesraan Prabowo-Jokowi-Gibran Jadi Sinyal Politik 2029, Pengamat: PDIP Bisa Bangun Poros Alternatif

Peristiwa

Medlin Gagasan Agung Layani Perwakilan RI di Astana, Prof Agus: Relevan untuk Ombudsman