BIREUEN - Sebanyak 17 siswa SMAN 1 Kuala Bireuen, Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual dan pusing usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026). Para siswa mendapat penanganan medis di IGD RSUD dr Fauziah Bireuen.
Dugaan keracunan mencuat setelah pihak sekolah menemukan belatung pada olahan daging ayam dalam makanan MBG. Selain itu, makanan tersebut disebut mengeluarkan aroma tidak sedap.
Kepala SMAN 1 Kuala Bireuen Nurul Aini mengatakan kejadian diketahui sekitar pukul 10.10 WIB saat jam istirahat sekolah. Saat itu, ditemukan belatung pada daging ayam yang disajikan kepada para siswa.
Baca Juga: Panas Bursa Pilpres 2029 PSI Peringatkan Prabowo: Siapapun Pasangannya Berat Kalau MBG Gagal "Jam istirahat langsung diambil sama anak-anak, setelah dia mengumpulkan ompreng mulai terasa lain dan lapor ke guru UKS," ujar Nurul.
Tak lama setelah itu, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan melapor kepada guru yang bertugas di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pihak sekolah kemudian memberikan penanganan awal sebelum membawa para siswa ke fasilitas kesehatan.
Salah seorang siswi, Siti Aisyah, mengatakan dirinya juga mencium aroma tidak sedap dari makanan yang dibagikan.
"Tadi kaya bau busuk tapi sebelum itu ada ulat-ulat juga ditemukan, ayamnya," kata Siti.
Menu MBG yang dibagikan kepada para siswa terdiri atas nasi, tahu goreng, ayam kecap, dan buah semangka.
Seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis di RSUD dr Fauziah Bireuen. Pihak sekolah memprioritaskan kondisi kesehatan siswa dan memastikan mereka mendapat perawatan.
Sekolah juga akan melakukan evaluasi terhadap makanan yang diterima dari penyedia MBG. Pemeriksaan dan pengecekan makanan akan diperketat sebelum makanan kembali dibagikan kepada siswa.
Hingga berita ini ditulis, belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami 17 siswa tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.* (in/dh)