TANJUNG JABUNG TIMUR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di kawasan Hutan Lahan Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra turun langsung memimpin upaya pemadaman pada Rabu (16/9/2026).
Pemadaman dilakukan Tim Rayon 1 Penanggulangan Karhutla di kawasan HLG Londerang, tepatnya di Kelurahan Parit Culum I dan Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, titik kebakaran berada pada koordinat Latitude -1.318847 dan Longitude 103.7898. Tim melakukan pengecekan langsung untuk memastikan lokasi serta kondisi kebakaran.
Baca Juga: Warning Keras Mendagri Cairkan Cepat Rp 760 Miliar dan Tutup Celah Aturan 'Boleh Bakar Lahan' di Daerah Hasil ground check menunjukkan api kembali muncul dan merambat ke sejumlah titik lain di dalam kawasan HLG. Perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang membuat api kembali menyebar.
Saat pemantauan dilakukan, cuaca di lokasi dilaporkan cerah. Namun, kondisi tanah berupa gambut membuat api relatif mudah muncul kembali. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan dan api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat sekitar. Sebanyak empat personel TNI, tiga personel BPBD dan sekitar 10 warga turut membantu upaya pemadaman.
Sejumlah personel Polres Tanjab Timur juga diterjunkan, di antaranya Kasat Res Narkoba AKP Charles M Sitorus, Kasubbag Kerma Bag Ops AKP Abdul Kadar, Kasi Humas AKP Edi Tasrif, Kasat Tahti Iptu Muis Dermawan, Kapolsek Sabak Barat Iptu Nurhadi Sutrisno, serta Kanit Kamneg Sat Intelkam Ipda Eki Febrianto.
Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan enam unit mesin pompa air dan 11 gulung selang. Bantuan helikopter water bombing juga digunakan untuk menjangkau area yang sulit ditangani dari darat.
Upaya pemadaman dilakukan dengan penyemprotan langsung menggunakan mesin pompa, pembasahan dan pendinginan di sekitar titik api, serta penyiraman dari udara melalui metode water bombing.
Pembasahan dilakukan untuk mencegah api merambat kembali mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan menyimpan bara di bawah permukaan.
Kapolres Tanjab Timur mengatakan salah satu kendala utama dalam pemadaman adalah tiupan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut membuat api berpotensi kembali menyala dan berpindah ke area lain.
Selain angin, tim juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Ketersediaan alat berat untuk melakukan penyekatan api dan membuat embung air juga masih terbatas.