PARIAMAN - Sebanyak 79 siswa di MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026). Seluruh siswa yang mengalami gejala telah dibawa ke Rumah Sakit M Yamin untuk mendapatkan penanganan medis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis mengatakan pendataan terhadap korban masih dilakukan. Dinkes juga memperluas pendataan karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut tidak hanya melayani satu sekolah.
"Kita masih terus mendata siswa-siswa lain. Karena SPPG ini berada di Pauh, dan penerima manfaat bukan hanya sekolah tersebut," kata Rudy, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Ternyata Cuma Mengandung 5% Susu, 95% Sisanya Air, BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Curangi Kualitas Minuman Berdasarkan data sementara, terdapat 79 siswa yang mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan. Para siswa tersebut saat ini mendapat penanganan dari tim medis di RS M Yamin.
"Saat ini saya sudah di rumah sakit. Siswa-siswa tersebut sedang ditangani oleh tim medis. Catatan sementara ada 79 siswa yang terindikasi keracunan," ujarnya.
Seluruh siswa yang mengalami gejala diketahui merupakan penerima manfaat MBG dari SPPG wilayah Pauh. Dinkes Pariaman masih mencari kemungkinan adanya korban tambahan dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama.
Petugas kesehatan melakukan pendataan untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang mengalami gejala telah diketahui dan mendapatkan penanganan. Hingga kini, jumlah korban masih bisa bertambah.
Penyebab pasti munculnya gejala pada puluhan siswa tersebut belum diketahui. Karena itu, kasus masih disebut sebagai dugaan keracunan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus di Pariaman terjadi setelah sebelumnya ratusan warga di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, juga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Berdasarkan pendataan Puskesmas Palupuh hingga Jumat (4/9/2026), jumlah korban mencapai 344 orang yang terdiri atas siswa, guru, dan balita.
Keluhan yang dilaporkan dalam kasus Agam antara lain demam, pusing, mual, muntah, dan diare. SPPG yang menyalurkan makanan di Palupuh juga telah ditutup sementara untuk kepentingan investigasi dan pengawasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang sebelumnya mengambil sejumlah sampel untuk mengetahui penyebab kejadian. Sampel yang diperiksa meliputi makanan, muntahan, hingga kotoran korban.
Hasil pemeriksaan sampel tersebut akan digunakan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan sekaligus menjadi dasar menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG yang terkait.