BANJARMASIN - Sebanyak 86 orang telah dievakuasi dalam operasi pencarian Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa. Dari jumlah tersebut, 15 orang dipastikan selamat dan satu orang meninggal dunia, sementara 70 orang lainnya masih dalam proses verifikasi oleh tim SAR gabungan.
Kapal Virgo Transport 8 diketahui membawa total 243 orang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah sebelumnya menghadapi kondisi cuaca buruk di perjalanan.
Data sementara menunjukkan proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi. TB TCP mengevakuasi 38 orang, TB Majuhan IX membawa 16 orang dengan rincian 15 selamat dan satu meninggal dunia, sedangkan MV Handa mengevakuasi 32 orang.
Baca Juga: Hari ke-6 Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: 16 Kapal Dikerahkan Sisir Area Seluas 6.010 Mil Laut Persegi Dengan demikian, total 86 orang telah berhasil dievakuasi dari kapal Virgo Transport 8. Namun, tim masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap 70 orang lainnya untuk memastikan kondisi serta keberadaan mereka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
"Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," kata Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan hilang kontak tersebut pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi. Kapal sebelumnya diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT.
Setelah menerima laporan, tim SAR langsung mengerahkan unsur pencarian. KN SAR Laksamana yang membawa 24 personel diberangkatkan menuju lokasi perkiraan terakhir kapal pada pukul 05.30 WITA.
Operasi pencarian juga diperkuat Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HZ-3601 milik Wing Udara 2 Skadron 400 Lanudal Juanda. Helikopter tersebut berangkat dari Surabaya pada pukul 09.22 WITA menuju area pencarian.
Pengerahan unsur udara dilakukan untuk membantu observasi permukaan laut, termasuk mendeteksi kemungkinan keberadaan sekoci, puing kapal, maupun korban yang masih berada di perairan.
Pada sekitar pukul 09.29 WITA, posisi KN SAR Laksamana terakhir terpantau berada di koordinat 03°53'41.94" S – 114°26'41.82" E.
Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi terhadap korban masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan juga melakukan koordinasi untuk memastikan data mengenai jumlah korban dapat segera diverifikasi.