JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026, dini hari.
Guncangan gempa dirasakan hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tersebut terjadi pada pukul 04.23.55 WIB dengan kedalaman 368 kilometer.
Baca Juga: 54 Warga Deli Serdang Gugat PTPN I, Kodaeral I dan BPN soal Sengketa Lahan 270 Hektare: Kami Tidak Melawan Negara! Supervisor on Duty Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG Debi Safari Yogaswara mengatakan gempa tersebut tergolong gempa dalam yang terjadi akibat aktivitas intraslab.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dalam akibat aktivitas intraslab," ungkap Debi Safari Yogaswara saat, Sabtu.
Menurut Debi, kedalaman pusat gempa yang mencapai 368 kilometer menjadi salah satu alasan guncangannya dapat dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari lokasi episenter.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," ungkap Debi.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap serta laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di sejumlah daerah.
Wilayah tersebut antara lain Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.
Pada intensitas IV MMI, gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Di luar rumah, getaran dirasakan oleh beberapa orang. Gerabah dapat pecah, sementara jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.
Sementara intensitas III MMI tercatat di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap.