MEDAN - Febi Yona br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, kembali menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik, Medan, setelah diduga mengalami keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswi berusia 16 tahun itu disebut mengalami kejang hingga gangguan ingatan setelah pulang dari rumah sakit.
Ibu Febi, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan putrinya kini sudah tiga kali menjalani rawat jalan setelah kejadian keracunan yang dialaminya pada 13 Agustus 2026.
Elvinus menceritakan kondisi Febi awalnya belum tergolong parah setelah pulang dari sekolah. Namun, sesampainya di rumah, putrinya mengeluhkan pusing dan gatal-gatal.
Baca Juga: Siswa SMK di Karo Alami Kejang dan Gangguan Ingatan Usai Santap MBG, Begini Penanganan RSUP Adam Malik "Awal mulanya, waktu dia keracunan dia kan pulang ke rumah. Tapi waktu di sekolah juga dia sudah enggak pusing sebelum pulang ke rumah. Tapi sampai rumah dia bilang, 'Mak, aku pusing.' Terus, badanku juga gatal-gatal," kata Elvinus di RSUP H Adam Malik, Selasa (8/9/2026).
Melihat sejumlah siswa lain mendapat susu setelah mengalami keracunan, Elvinus juga memberikan susu steril kepada Febi. Namun, susu tersebut justru membuat putrinya muntah.
"Karena kulihat guru-guru SMA negeri bagikan susu. Anakku ini kan sekolah di SMK Bersama. Jadi itulah kukasih susu, baru sedikit diminumnya langsung muntah dia. Lalu kubawa ke Rumah Sakit Umum," ujarnya.
Febi kemudian dibawa ke RSUD Kabanjahe dan mendapatkan perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Namun, menurut Elvinus, kondisi putrinya justru memburuk setelah tiba di rumah.
"Sampai di rumah langsung kejang dia. Dari situ awal mulanya dia kejang," ucapnya.
Sejak saat itu, Febi disebut semakin sering mengalami kejang. Kondisinya kemudian menurun hingga mengalami gangguan ingatan.
Elvinus mengatakan Febi mulai kesulitan mengenali orang-orang terdekatnya, termasuk adik dan kakaknya yang tinggal serumah.
"Hilang ingatannya, yang terdekat saja dulu, ya. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu enggak diingatnya," katanya.
Gangguan ingatan tersebut disebut semakin terlihat setelah Febi menjalani perawatan di RS Haji Medan. Setelah keluar dari ruang ICU, dia disebut sudah tidak mengenali sejumlah anggota keluarganya.