JAKARTA — Sebuah video yang menampilkan pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Frankie menyebut Indonesia berpotensi dihantam gempa bumi dengan magnitudo 7 hingga 9.
Informasi itu kemudian mendapat perhatian masyarakat karena Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa bumi.
Baca Juga: Asap dan Kabut Kepung 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai prediksi gempa yang belum terverifikasi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat, baik mengenai waktu maupun lokasi kejadiannya.
"Indonesia adalah daerah rawan gempa, gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi secara tepat. Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial," kata Wijayanto kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Wijayanto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah sumber gempa bumi, termasuk zona megathrust dan sesar aktif.
Karena itu, potensi gempa memang perlu diwaspadai.
Namun, keberadaan sumber gempa tersebut tidak berarti waktu dan lokasi gempa dapat diketahui secara pasti.
"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," ujarnya.
Menurut Wijayanto, informasi yang menyebut gempa akan terjadi pada waktu atau lokasi tertentu tidak dapat dijadikan sebagai dasar untuk memastikan terjadinya gempa.
Wijayanto juga menanggapi klaim mengenai ramalan gempa bermagnitudo besar di Indonesia.