KARO – Keluarga Febiola Br Febiola BrPurba, salah satu korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengaku kesulitan membiayai pengobatan anaknya.
Febiola hingga kini masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya disebut mengalami penurunan hingga kehilangan ingatan sekitar 70 persen.
Baca Juga: Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Maju Pilpres 2029 Ayah Febiola, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan anaknya selama menjalani perawatan.
"Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya, karena tidak mungkin hanya makan saja. Kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami," kata Icuk, Minggu (6/9/2026).
Sejak 13 Agustus 2026, Febiola telah menjalani perawatan di lima rumah sakit.
Perawatan dimulai di RS Kabanjahe, kemudian RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, dan kini di RS Amanda, Karo.
Febiola direncanakan kembali dirujuk ke RSUP Adam Malik, Medan, pada Senin (7/9/2026).
"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," ujarnya.
Icuk menuturkan kondisi Febiola saat ini mengalami perubahan drastis.
Menurut dia, perilaku dan kemampuan mengingat anaknya seperti anak berusia sekitar 3 tahun.
Febiola bahkan disebut tidak lagi mengenali teman sekolah, guru, adik, hingga barang-barang miliknya sendiri.