JAKARTA – Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan pemantauan situs Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG pada pukul 09.16 WIB, sebaran abu vulkanik terpantau telah mencapai wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Gambaran sebaran abu vulkanik pada situs BMKG menunjukkan wilayah yang terdampak cukup luas.
Baca Juga: Mengenang Dahsyatnya Letusan Krakatau 1883: Ledakannya 13.000 Kali Bom Hiroshima hingga Bikin Bulan Berwarna Kebiruan Sebaran tersebut terlihat mencakup wilayah Jakarta dan Jawa Barat, kemudian bergerak ke arah barat hingga mencapai wilayah Pariaman dan Padang Panjang.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dari hasil monitoring, aktivitas erupsi terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi sekitar 29 detik.
Meski demikian, BMKG menyatakan tidak menemukan anomali pada rekaman seismograf di sekitar waktu kejadian.
Selain aktivitas kegempaan, BMKG juga memantau kondisi muka air laut.
Hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang signifikan yang berkaitan dengan aktivitas erupsi tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi informasi mengenai penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
BMKG meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi dari lembaga terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.