LEMBATA – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 6 September 2026.
Letusan tersebut memunculkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan informasi Badan Geologi Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 06.11 WITA.
Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Masih Ditutup hingga 09.30 WIB, 209 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Kolom abu yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat.
"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 06:11 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak [± 1823 m di atas permukaan laut-. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 40 detik," demikian keterangan dari pihak Badan Geologi.
Erupsi pada Minggu pagi bukan merupakan kejadian pertama yang dialami Gunung Ili Lewotolok dalam beberapa hari terakhir.
Pada Selasa, 1 September 2026 pagi, gunung tersebut juga dilaporkan mengalami dua kali erupsi.
Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Geologi juga meminta pendaki maupun wisatawan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
"Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok."
Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain yang dapat muncul akibat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Badan Geologi mengingatkan adanya kemungkinan guguran atau longsoran lava serta awan panas, terutama pada sejumlah sektor di sekitar gunung.