KARO – Penderitaan siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belum berakhir.
Sejumlah siswa yang sebelumnya menjalani perawatan dan telah diperbolehkan pulang justru kembali mengalami gangguan kesehatan.
Kondisi sebagian korban bahkan disebut lebih memprihatinkan.
Baca Juga: Komplotan Bertopeng Bobol Toko Sembako di Medan, Rokok Hasil Curian Dijual Rp10 Juta Mereka harus menjalani pemeriksaan lanjutan dan perawatan secara intensif.
Berdasarkan keterangan keluarga, hasil pemeriksaan dokter menemukan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari paparan racun jamur yang disebut menyerang saraf kepala hingga gangguan ginjal dan jantung.
Salah satu siswa yang kembali menjalani pemeriksaan adalah Feby br Purba. Siswi tersebut diperiksa di RSUP H. Adam Malik Medan.
Ayah Feby, Bang Purba, mengatakan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya temuan yang berkaitan dengan racun jamur pada bagian saraf kepala anaknya.
"Menurut pemeriksaan dokter di Adam Malik, hasilnya ada racun jamur di saraf kepala anak saya," ujar Bang Purba, ayah dari Feby.
Kondisi tersebut membuat Feby harus menjalani kontrol secara berkala. Menurut keluarga, dokter menyarankan pemantauan kesehatan selama enam bulan hingga satu tahun.
"Ada empat dokter yang memeriksa. Saya tak hafal namanya. Kata dokter anak saya harus kontrol sampai enam bulan hingga satu tahun. ,"katanya pada wartawan, Sabtu (5/9) sore.
Keterangan tersebut membuat keluarga Feby syok dan panik. Mereka mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan Feby ke depan.
"Bagaimana lagilah nasib kami ini?" lirihnya.