MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Karo menangani dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang kini berstatus Siaga atau Level 3.
Penanganan difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan erupsi susulan.
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan langkah penanganan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan tim gabungan.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Rehabilitasi SMA Negeri 1 Barus, Bobby Nasution Minta Pembangunan Dipercepat Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat, 4 September 2026.
Berdasarkan koordinasi terakhir, sekitar 201 kepala keluarga atau 650 jiwa warga Desa Kuta Tengah mengungsi ke wilayah Desa Suka Tepu dan Koperasi Desa Kelurahan/PUD.
Sementara itu, warga yang berada di kawasan zona merah dengan radius 6 kilometer, termasuk Desa Kuta Rakyat, telah dievakuasi oleh tim gabungan ke lokasi aman di Kecamatan Naman Teran.
"Sejak awal peningkatan aktivitas, personel BPBD Sumut sudah turun ke lokasi untuk mendistribusikan masker, mendirikan tenda pengungsian, serta menyiagakan truk evakuasi, mobil tangki air bersih, dan armada toilet," terang Tuahta.
Sejak erupsi terjadi, BPBD Sumut telah menyalurkan 630 masker pada tahap awal.
BPBD juga telah mendirikan lima dari tujuh tenda pengungsian yang telah disiapkan.
Selain itu, dua unit truk evakuasi, satu mobil tangki air bersih, dan satu armada toilet telah dimobilisasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.
BPBD Sumut juga mengantisipasi potensi gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat aktivitas Gunung Sinabung.
Untuk itu, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.