JAKARTA – Ribuan orang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam kurun tiga hari terakhir.
Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Rembang, Jawa Tengah, dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 3 September 2026.
Informasi yang dihimpun menunjukkan sedikitnya dua kasus dugaan keracunan MBG terjadi pada hari yang sama.
Baca Juga: Antisipasi Erupsi Besar Gunung Sinabung, Pangdam I/BB Kerahkan 1.279 Personel di Karo: Kita Tidak Boleh Lengah Di SMAN 1 Lasem, Rembang, sebanyak 752 murid dan 25 guru diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Sementara di Kabupaten Tana Toraja, ratusan siswa SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan kesehatan.
Rentetan kasus tersebut menambah daftar kejadian serupa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada Selasa, 1 September 2026, sekitar 668 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami keracunan makanan.
Sehari kemudian, Rabu, 2 September 2026, sebanyak 334 orang yang terdiri atas siswa, guru, ibu menyusui hingga balita di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, juga diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.
Pada hari yang sama, sebanyak 70 siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, juga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari udang saus padang, pepaya, sayur tumis dan tahu.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan keluhan kesehatan mulai muncul secara masif pada Kamis pagi ketika para siswa mulai mengikuti kegiatan belajar.
Sebagian siswa mengeluhkan diare. Jumlah siswa yang mengalami keluhan meningkat dalam waktu singkat hingga membuat toilet sekolah tidak mampu menampung antrean.
"Tadi pagi anak-anak masuk, ada yang bilang 'Pak, saya diare'. Begitu guru mendata di masing-masing kelas, dalam beberapa menit langsung masuk laporan ada 777 orang (total guru dan siswa) yang diare," kata Juhartutik, Kamis (3/9/2026).