MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta sekolah-sekolah di Kabupaten Karo meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung Sinabung pada Senin, 31 Agustus 2026.
Bobby mengatakan sekolah dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung berdampak cukup parah.
Dinas Pendidikan Sumatera Utara diminta memperhatikan kondisi tersebut untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa dan guru.
Baca Juga: Bobby Nasution Gaspol Kembangkan BRT Mebidang, Organisasi Pengelola Ditargetkan Rampung 2026 "Kita lihat satu hari ini, kalau memang debunya mengarah ke seluruhnya tidak diliburkan, tapi dibuat belajar jarak jauh," ujarnya kepada wartawan, Senin (31/8/2026) sore.
Menurut Bobby, keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi erupsi dan arah sebaran abu vulkanik.
Sekolah tidak serta-merta diliburkan, tetapi kegiatan belajar dapat dialihkan ke sistem jarak jauh jika situasi di lapangan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan pemerintah daerah telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan sekitar Gunung Sinabung.
Larangan tersebut terutama berlaku bagi warga yang berada di radius sekitar 4,5 hingga 5 kilometer dari gunung.
Pemerintah daerah telah menyampaikan imbauan tersebut sejak beberapa pekan terakhir.
"Untuk di radius 4,5 hingga 5 kilometer itu memang sudah dilarang untuk beraktivitas, sudah ada imbauan sejak beberapa minggu lalu," tuturnya.
Antonius mengatakan hingga Senin sore belum terdapat masyarakat yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung.
"Oh, kalau itu belum (belum ada pengungsi)," katanya.