PONTIANAK - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat langit Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), berubah menjadi kuning kecokelatan. BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi tingginya konsentrasi asap dan partikulat di atmosfer.
Ahli meteorologi sekaligus prakirawan cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, mengatakan fenomena langit kekuningan terjadi karena keberadaan asap karhutla yang cukup pekat di wilayah Kalbar.
"Berdasarkan pemantauan BMKG Kalimantan Barat, kondisi langit Pontianak yang terlihat kekuningan siang ini berkaitan dengan keberadaan asap dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer," kata Adinda, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: "Tanggal 1 Kita Hajar Habis-habisan", Menhut Kejar 3 Hari Emas Peluang Hujan demi Padamkan Karhutla Riau Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak pada Jumat (28/8) pukul 10.00 WIB, kondisi udara di wilayah tersebut terpantau kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer.
Kondisi tersebut juga diperkuat citra satelit Himawari-9 BMKG pada pukul 13.00 WIB yang mendeteksi sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat. Pergerakan asap dominan menuju barat laut hingga utara.
"BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia," ujar Adinda.
Pekatnya asap tidak hanya mengganggu jarak pandang. Konsentrasi partikel di atmosfer juga memengaruhi proses hamburan cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi.
Akibatnya, cahaya matahari terlihat lebih redup dan menghasilkan warna kekuningan hingga jingga. Kondisi tersebut membuat suasana pada siang hari di Pontianak terlihat seperti menjelang sore.
"Akibatnya, cahaya yang sampai ke permukaan dapat tampak lebih redup dan berwarna kekuningan hingga jingga, sehingga suasana pada siang hari dapat terlihat seperti menjelang sore," jelas Adinda.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan pemantauan kualitas partikulat PM2.5 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang menunjukkan konsentrasi cukup tinggi.
Selain Pontianak, sejumlah wilayah lain di Kalbar juga mengalami penurunan jarak pandang akibat asap. Data BMKG per Jumat (28/8) pukul 17.00 WIB menunjukkan jarak pandang di beberapa titik berada pada kondisi terbatas.
Stasiun Klimatologi Mempawah mencatat jarak pandang sekitar 500 meter. Sementara Stasiun Meteorologi Dwikora Pontianak mencatat 1.500 meter.