KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 9.278 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Data tersebut merupakan pemutakhiran hingga Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 06.00 Wita.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan ribuan gempa susulan itu memiliki kekuatan yang beragam.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah "Total gempa bumi susulan 9.278 kejadian," kata Arief dalam keterangannya.
Dari seluruh gempa susulan yang tercatat, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, gempa dengan kekuatan terkecil tercatat M1,0.
BMKG juga mencatat 35 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5. Sebanyak 153 gempa lainnya dirasakan oleh masyarakat.
Arief mengatakan aktivitas gempa susulan paling banyak berpusat di wilayah laut utara Pulau Flores.
Rangkaian gempa tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah gempa utama.
Kondisi itu membuat aktivitas gempa susulan masih terjadi meski gempa utama telah berlalu.
Aktivitas gempa susulan tertinggi tercatat pada hari keenam setelah gempa utama, yakni 20 Agustus 2026.
Pada hari tersebut, BMKG mencatat sebanyak 862 kejadian gempa bumi dalam satu hari.
Setelah mencapai puncak aktivitas, jumlah gempa susulan mulai menunjukkan kecenderungan menurun.