SIMALUNGUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun meminta pemerintah kecamatan hingga nagori dan kelurahan memperketat pemantauan wilayah.
Imbauan itu disampaikan menyusul kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana, seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan sejak dini.
Baca Juga: Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumahnya, Kadis PUPR Bengkulu Diperiksa KPK Ia meminta camat, lurah, dan pangulu mengetahui kondisi wilayah masing-masing, terutama daerah yang memiliki potensi terdampak bencana.
"Mari kita tingkatkan lagi kesiapsiagaan di wilayah kerja masing-masing terhadap potensi banjir, longsor, cuaca ekstrem dan bencana lainnya," kata Budiman, Rabu (26/8/2026).
Menurut Budiman, pemantauan secara langsung penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.
Pemerintah di tingkat kecamatan dan desa diharapkan tidak menunggu hingga bencana terjadi untuk mengambil langkah.
Budiman mengatakan informasi dari lapangan menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan bencana.
Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat menentukan langkah yang diperlukan.
Karena itu, BPBD meminta setiap kejadian maupun perubahan situasi kebencanaan segera dilaporkan kepada BPBD atau pemerintah setempat.
"Kita tingkatkan koordinasi efektif lintas sektor," ujarnya.
Ia juga meminta aparat di wilayah masing-masing aktif menyampaikan perkembangan kondisi daerahnya kepada BPBD.