RIAU — Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan asap yang dirasakan masyarakat Riau berasal dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga, Jambi.
Jumhur menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca Juga: Kemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla di Kalimantan Menurut Jumhur, arah angin berdasarkan citra satelit bergerak dari Jambi menuju Riau.
Kondisi itu membuat asap dari kebakaran di Jambi terbawa hingga wilayah Riau.
"Dari citra satelit, angin itu dari Jambi (mengarah ke Riau). Jadi, asap-asap itu kiriman dari Jambi," kata Jumhur.
Jumhur mengatakan jumlah titik api atau hotspot kebakaran hutan dan lahan mengalami peningkatan dalam dua hari terakhir.
Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 3.800 titik api di Indonesia yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Peningkatan titik api tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki lahan gambut.
Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi meluas dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan surat edaran mengenai kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak kabut asap.
Jumhur mengatakan sekolah dapat diliburkan apabila kualitas udara akibat asap karhutla telah melewati ambang batas yang ditentukan.