TOBA — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Bintang Timur Balige (BTB), Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah ditemukan daging yang diduga mengandung belatung atau ulat.
Temuan tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian bahkan meminta program MBG di Kabupaten Toba dievaluasi hingga dihentikan.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah Minyak dan Oli, Parit di Deli Serdang Mendadak Terbakar Seorang warga Toba yang enggan disebutkan identitasnya menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia mengingatkan adanya kasus dugaan keracunan makanan MBG yang sebelumnya terjadi di daerah tersebut.
"Pada Oktober 2025 telah terjadi keracunan menu MBG di SMP Laguboti sebanyak lebih dari seratus siswa. Saat ini, menu berisi ulat. Apakah pemerintah atau Badan Gizi Nasional (BGN) tidak melakukan evaluasi terhadap setiap dapur? Nyawa anak kami jangan dijadikan mainan!" ujarnya.
Guru SMA Bintang Timur Balige, Manahan Simanjuntak, membenarkan adanya temuan pada makanan MBG yang dibagikan kepada siswa pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Manahan, informasi yang diterimanya menyebutkan adanya benda yang diduga belatung atau ulat di dalam menu daging.
"Sesuai informasi dari rekan guru, dan kebetulan saya tidak piket, kabarnya ada belatung atau ulat di menu daging pelajar. Temuan ini kabarnya telah ditindaklanjuti oleh pihak sekolah ke dapur penyedia. Untuk kepastiannya, Humas dan Kepala Sekolah yang lebih mengetahui," ujar Manahan, Sabtu (22/8/2026).
Kepala SMA Bintang Timur Balige, Frather Nisen, juga membenarkan adanya laporan mengenai temuan tersebut.
Ia mengatakan menu MBG yang disalurkan dari SPPG Toba Balige, Sangkar Nihuta, dilaporkan mengandung ulat atau belatung setelah sejumlah siswa menemukan kejanggalan pada daging yang disajikan.
Frather mengatakan pihak sekolah sebelumnya selalu mengingatkan siswa untuk memeriksa makanan sebelum dikonsumsi.