KARO — Sejumlah pelajar yang sebelumnya dinyatakan membaik setelah menjalani perawatan akibat dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, kembali mengalami keluhan kesehatan.
Beberapa siswa yang sempat diperbolehkan pulang dilaporkan kembali mengalami gejala seperti kejang, mual, pusing, hingga sesak.
Kondisi tersebut membuat keluarga kembali membawa mereka ke rumah sakit.
Baca Juga: Luhut Ingatkan Kepala BGN: Pembangunan SPPG Tak Boleh Sekadar Kejar Bisnis Situasi ini sekaligus memunculkan pertanyaan dari orang tua mengenai kondisi para korban sebelum dinyatakan pulih dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Salah satu korban adalah Inka Kristy br Ginting. Pelajar tersebut sebelumnya dirujuk dari RSUD Kabanjahe ke Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan.
Setelah menjalani perawatan selama lima hari, Inka dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Namun, beberapa hari setelah kembali ke rumah, kondisi Inka kembali menurun.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, ia mengalami kejang sehingga keluarganya kembali membawanya ke rumah sakit.
"Kata dokter anak saya sudah sembuh, makanya kami diizinkan pulang. Tapi semalam anak saya kejang-kejang lagi hingga terpaksa kami bawa kembali ke RSU Kabanjahe," ujar Hermanto Ginting, ayah Inka Kristy br Ginting, Jumat, 21 Agustus 2026.
Hermanto mengatakan putrinya sebelumnya mengalami sejumlah keluhan kesehatan selama menjalani perawatan.
Di antaranya tenggorokan terasa panas, gatal-gatal, nyeri perut, dan sakit kepala hebat.
Sebelum diperbolehkan pulang, Inka juga diminta membuat video testimoni mengenai kesembuhannya.