ACEH TENGAH - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat persiapan relokasi warga Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, yang tinggal di sekitar lubang amblasan tanah atau sinkhole.
Relokasi dilakukan karena lubang tersebut terus membesar dan mulai menggerus lahan permukiman warga.
Pemerintah daerah menargetkan relokasi warga ke kawasan yang lebih aman dapat terlaksana pada akhir Desember 2026.
Baca Juga: Rico Waas Perkuat Kolaborasi dengan USU, Riset Akademik Didorong Berdampak ke Masyarakat Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan mengatakan kondisi sinkhole semakin mengkhawatirkan.
Sejumlah rumah warga mulai terancam, sehingga masyarakat tidak lagi merasa aman untuk tinggal di kawasan tersebut.
"Masyarakat hari ini sudah tidak berani lagi tinggal di situ. Ini kan termasuk bagian daripada kebencanaan," kata Muchsin saat ditemui di Pendopo Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (19/8/2026).
Pemkab Aceh Tengah kini berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menentukan langkah penanganan kawasan terdampak.
Persiapan relokasi antara lain mencakup penggantian lahan dan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi warga yang harus meninggalkan rumahnya.
Calon lokasi relokasi berada sekitar satu kilometer dari Desa Ketol, di kawasan yang berada dekat perbatasan Kabupaten Bener Meriah.
Pemerintah daerah juga telah membantu menyediakan jalan alternatif untuk menjaga akses dan mobilitas masyarakat selama penanganan sinkhole berlangsung.
"Alhamdulillah hari ini sudah ada penanganan khusus dari Kementerian PU itu tentunya nanti masalah ganti lahan atau pembangunan huntap atau segala macam itu nanti bagian daripada tugas kita bersama-sama. Tapi setidaknya kami juga pemerintah daerah sudah membantu jalan alternatif untuk masyarakat," kata Muchsin.
Tim teknis Kementerian PU telah turun ke lokasi untuk mengkaji kondisi kawasan terdampak sekaligus menilai rencana lokasi relokasi.