MEDAN — Angin kencang yang menerjang Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, menyebabkan sejumlah bangunan rusak.
Salah satunya Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary di Jalan Suka Eka Nomor 15, Kecamatan Medan Johor.
Atap seng pondok pesantren tersebut terangkat dan sebagian besar terlepas akibat terpaan angin.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Agustus di Sumut Kondisi itu membuat sekitar 15 santriwati yang sedang menimba ilmu harus dipindahkan sementara ke lokasi lain.
Pimpinan Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary, Mukti Abrar, mengatakan peristiwa terjadi ketika para santriwati tengah beraktivitas di tengah hujan deras dan angin kencang.
"Kejadiannya tadi malam, waktu santriwati kita lagi beraktivitas hujan dan angin kuat. Memang di kawasan Jalan STM itu banyak yang kena, tempat tahfiz kita salah satu yang paling parah," ujarnya, Rabu (19/8/2026) sore.
Mukti mengatakan terdapat sekitar 15 santriwati yang belajar di pondok pesantren tersebut.
Setelah hujan dan angin reda, ia langsung mengambil langkah untuk memindahkan para santriwati ke lokasi lain.
"Malam itu juga saya pesankan angkot biar anak-anak kita diungsikan di Pinang Baris, disana ada juga lokasi kita, disitulah sementara mereka belajar," ucapnya.
Para santriwati untuk sementara mengikuti kegiatan belajar di lokasi milik pondok pesantren yang berada di kawasan Pinang Baris.
Sementara itu, bangunan Pondok Pesantren Al-Abrary di Jalan Suka Eka belum dapat digunakan karena bagian atap mengalami kerusakan parah.
"Bisa dibilang hampir 70 persen rusak, atap sengnya copot hampir semua, jadi tidak bisa digunakan belajar," ujar Mukti.