MEDAN — Siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Krimas Dayanti, 18 tahun, yang sebelumnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), kini mulai pulih.
Krimas sudah tidak lagi merasakan sakit pada tubuhnya dan berharap segera diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Krimas dirawat di PICU RS Haji Medan setelah kondisinya sempat menurun dan harus mendapat perawatan intensif.
Baca Juga: Bayang-Bayang Program Makan Bergizi: Saat Ratusan Pelajar Karo Tumbang dan Perawatan Intensif Dikebut di Medan "Perutku udah nggak sakit, leherku udah nggak sakit, kepalaku juga udah nggak sakit lagi. Pengin cepat pulang," ujarnya saat ditemui di PICU RS Haji Medan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Meski kondisi fisiknya membaik, Krimas masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Ia mengatakan tidak ingin kembali mengonsumsi MBG setelah nantinya kembali bersekolah.
"Nggak mau (MBG lagi, trauma. Bawa bontot (bekal) aja dari rumah kalau lapar," kata Kris.
Selama menjalani perawatan di RS Haji Medan, Krimas dijaga ayah dan kakaknya secara bergantian.
Kakak Krimas, Winda Apriati, 22 tahun, mengatakan keluarga terkejut ketika mengetahui adiknya mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.
Winda mengatakan saat kejadian, ia sedang membersihkan rumah ketika Krimas mengabarkan bahwa dirinya dan sejumlah siswa mengalami keracunan.
"Aku lagi bersih-bersih rumah terus Krismas bilang 'kak, kami keracunan MBG'. Berpencarlah sama bapak dan adik nyari si Krismas ke rumah sakit, kan ada 4 rumah sakit ya, ketemunya di RS Efarina," ujarnya.
Menurut Winda, saat pertama kali ditemukan, kondisi Krimas masih terlihat cukup baik dan masih dapat berbicara.