JAKARTA - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 51 orang. Data tersebut merupakan pembaruan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengatakan tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban di sejumlah wilayah terdampak.
"Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51," kata Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Bantuan Bergerak Sejak Pagi, 27 Ton Logistik dan Ribuan Personel Diterjunkan ke NTT Selain korban meninggal dunia, Basarnas mencatat sebanyak 64 warga mengalami luka berat akibat bencana tersebut.
"Luka berat 64 warga," ujarnya.
Proses pencarian korban hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Korban meninggal ditemukan di sejumlah lokasi yang terdampak gempa.
Gempa kuat sebelumnya mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut sempat dilaporkan memiliki magnitudo 7,7 sebelum parameter magnitudonya diperbarui menjadi M 7,0.
Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah di NTT dan daerah sekitarnya. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan dan membuat ribuan warga mengungsi.
Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait masih dikerahkan untuk melakukan pencarian, evakuasi, pendataan, dan penanganan warga terdampak.
Pemerintah juga terus mengirimkan bantuan serta memperkuat penanganan darurat di wilayah-wilayah yang terdampak gempa.* (d/dh)