KARO - Sejumlah siswa SMA di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah seorang siswa SMAN 1 Berastagi, Aldy Prayoga, mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari lauk sebelum mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Aldy mengatakan kejanggalan tersebut dirasakannya saat membuka wadah makanan MBG yang diterima pada jam makan siang, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, aroma seperti ikan busuk langsung tercium dari makanan. Saat mulai menyantap lauk, dia juga merasakan rasa asam pada sambal dan daging.
Baca Juga: Mengerang Kesakitan Tiap 30 Menit, Siswi Korban Keracunan MBG Berastagi Dirawat Intensif di PICU "Baru kali ini bang, selama ini juga aman-aman aja makanannya," kata Aldy, Sabtu (15/8/2026).
Beberapa waktu setelah mengonsumsi makanan tersebut, Aldy mulai merasakan gatal di bagian dalam leher. Keluhan kemudian berlanjut dengan pusing dan sakit perut.
"Awalnya saya gatal-gatal di leher, habis itu pusing, sama sakit perut. Tapi pas di sekolah masih bisa tertahan, di rumah lah baru sakit kali perutnya baru dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Aldy kemudian mendapat perawatan di RSUD Kabanjahe.
Guru Larang Siswa Lanjut Makan MBGSaat sejumlah siswa mulai mengalami keluhan, pihak sekolah langsung mengambil tindakan. Guru meminta siswa yang sudah maupun belum menyantap makanan MBG untuk menghentikan konsumsi.
"Pas makan langsung dibilang, siapa yang udah kena gatal-gatal, langsung ke UKS," tutur Aldy.
"Jangan lagi dilanjutkan makan yang sudah makan, dan yang belum makan jangan dimakan MBG-nya," sambungnya.
Aldy yang mengalami gatal-gatal kemudian menuju UKS. Namun, sesampainya di sana dia melihat sejumlah temannya mengalami kondisi yang lebih parah.
"Sampai UKS itu langsung ada orang kejang-kejang. Makanya langsung dilarikan ke rumah sakit," ungkapnya.