KARO – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan administratif setelah 279 pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dicopot dan dapur operasional MBG disegel.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons awal atas kejadian yang berdampak pada ratusan siswa. Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan kondisi para pelajar serta mencari penyebab pasti kejadian.
"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Dubes Swedia Puji Demokrasi RI yang 'Menantang tapi Berhasil', Soroti Keterbukaan Prabowo Akui Kekurangan Sudaryono menjelaskan, pencopotan Kepala SPPG dan penyegelan dapur merupakan bagian dari tindakan administratif yang telah dilakukan BGN.
"Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya," katanya.
BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk menangani para pelajar yang terdampak. Pemeriksaan terhadap sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan tersebut.
"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," ujar Sudaryono.
Dia menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih.
"Saya dan Karo memiliki ikatan moral melalui marga Sitepu. Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 279 pelajar terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG hingga Kamis (13/8/2026). Mereka berasal dari tiga sekolah di Berastagi, yakni SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMAN 1 Berastagi.
Sejumlah pelajar harus mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda.
Meski dapur MBG tersebut diketahui telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penyebab pasti kejadian belum diketahui. BGN bersama pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan sampel sisa makanan untuk memastikan sumber dugaan keracunan.