JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kebakaran Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta tidak mengganggu keamanan data perpajakan maupun pelayanan publik.
Pramono mengatakan seluruh data perpajakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dicadangkan secara digital.
Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan hilangnya data akibat kebakaran tersebut.
Baca Juga: Hashim Kukuhkan 20 Ormas Baru, Perkuat Peran Masyarakat Sipil Kawal Program Pemerintah "Data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah ter-back up secara digital, sehingga layanan perpajakan tidak terganggu," kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia juga memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan meskipun aktivitas perkantoran di gedung tersebut terdampak kebakaran.
"Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan," tegasnya.
Kebakaran Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta juga berdampak pada sistem Traffic Management Control (TMC) atau Intelligent Traffic Control System (ITCS) milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16.
Sistem tersebut selama ini digunakan untuk membantu mengatur lampu lalu lintas secara otomatis di sejumlah persimpangan di Jakarta.
"Traffic Management Control/ITCS Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16 terdampak. Akibatnya, pengaturan lampu merah yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual," jelasnya.
Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, Pramono menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menambah personel di sejumlah titik.
Petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung di lapangan selama sistem otomatis belum dapat kembali digunakan.
Kebakaran terjadi di Gedung Dinas Teknis Bapenda DKI Jakarta yang berada di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.