MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 272 kejadian bencana alam terjadi di wilayah Sumut selama periode Januari hingga Juli 2026.
Ratusan bencana tersebut tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
BPBD menyebut bencana akibat cuaca ekstrem menjadi kejadian yang paling banyak terjadi dibandingkan jenis bencana lainnya.
Baca Juga: Bulog Sumut Siapkan 17.300 Ton Beras untuk 1,73 Juta Penerima Bantuan Pangan Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari BPBD kabupaten/kota melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS).
"Berdasarkan catatan sebanyak 272 bencana terjadi di Sumut sejak Januari hingga Juli 2026," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa.
Dari jumlah tersebut, bencana cuaca ekstrem tercatat sebanyak 95 kejadian.
Setelah itu, bencana tanah longsor menjadi kejadian terbanyak kedua dengan 75 kejadian.
Sementara itu, bencana banjir berada di urutan berikutnya dengan 67 kejadian yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
"Kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 32 kejadian, kekeringan dua kejadian dan bencana non alam satu kejadian," kata Sri Wahyuni.
Berdasarkan wilayah terdampak, Kabupaten Deli Serdang menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana paling tinggi, yakni sebanyak 30 kejadian.
Kemudian disusul Kabupaten Dairi sebanyak 19 kejadian, Tapanuli Tengah 17 kejadian, Mandailing Natal 16 kejadian, serta Kota Gunungsitoli sebanyak 15 kejadian.
Selain itu, Kabupaten Langkat tercatat mengalami 14 kejadian bencana, Tapanuli Utara 12 kejadian, serta Pakpak Bharat dan Kota Sibolga masing-masing 11 kejadian.