ACEH BESAR – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Sumur warga dan sumur bor dilaporkan mulai mengering, sementara distribusi air dari PDAM Tirta Montala juga mengalami gangguan.
Kondisi ini membuat masyarakat di beberapa kecamatan mulai resah.
Baca Juga: Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani Berdasarkan pantauan di lapangan, dampak kekeringan dirasakan warga di Kecamatan Darul Imarah, Lhoknga, Montasik, dan Peukan Bada.
Selain berkurangnya pasokan air bersih, lahan persawahan dan pertanian palawija juga mulai ditinggalkan karena tidak lagi memperoleh pasokan air yang cukup.
Di sejumlah lokasi, sawah terlihat mengering, tanah mulai retak-retak, dan rumput berubah kecokelatan akibat minimnya curah hujan.
(Kegiatan warga mencari air bersih dari Sumur Warga.)
Musim kemarau di Aceh Besar disebut telah berlangsung hampir satu bulan.
Apabila kondisi ini terus berlanjut, masyarakat khawatir risiko kebakaran lahan akan semakin meningkat akibat cuaca panas dan kering.
Salah seorang petani, Sabirin (52), mengatakan kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, sumber air yang biasa digunakan masyarakat mulai berkurang sehingga aktivitas pertanian ikut terdampak.