BINJAI– Warga Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi di tumpukan sampah di bantaran sungai, Minggu (26/7/2026) petang. Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku yang diduga membuang bayi malang itu.
Kanit Reskrim Polsek Binjai Kota AKP M. Firdaus membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Menurutnya, penyidik telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.
"Benar, kasus ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Firdaus, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Polisi Masih Buru Titik Kebocoran Gas di Grand Polonia Medan, Ini Kendalanya Informasi awal diterima polisi dari kepala lingkungan setempat yang melaporkan adanya penemuan bayi di lokasi pembuangan sampah. Setelah mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Saat ditemukan, bayi itu berada di dalam plastik berwarna kuning dan dibedong menggunakan kain panjang berwarna cokelat. Polisi juga menemukan tali pusat atau plasenta bayi masih melekat pada tubuhnya.
Bayi tersebut sempat dievakuasi ke RSUD dr. Djoelham Binjai untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan warga, bayi itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat pertama kali ditemukan.
Namun, meski telah mendapatkan pertolongan dari tim medis, nyawa bayi tersebut tidak berhasil diselamatkan. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan.
Kepala Lingkungan IV Kelurahan Tangsi, Anto, mengatakan penemuan bayi bermula saat seorang warga mencari barang bekas di sekitar lokasi pembuangan sampah di pinggir bantaran sungai. Warga kemudian terkejut melihat bayi tergeletak di antara tumpukan sampah dan segera meminta bantuan.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengungkap identitas pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.* (tm/dh)