MEDAN – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Daffa Al Bukhari (17), pelajar kelas 3 SMA yang meninggal dunia diduga akibat tertembak di bagian mata saat terjadi tawuran di kawasan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Ibunda korban, Ika Indah Sari (38), mengaku hingga kini masih sulit menerima kepergian putra sulungnya.
Guru sekolah dasar itu mengenang malam ketika kabar duka datang secara tiba-tiba.
Baca Juga: Briptu BN Dilaporkan Diduga Hamili Kekasih hingga Melahirkan, Pernah Terseret Kasus Dugaan Pencabulan Menurut Ika, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, empat remaja datang menggedor pintu rumahnya di kawasan Jalan Jermal.
Mereka memberitahukan bahwa Daffa berada di RSU Delima dalam kondisi kritis.
Ika kemudian bergegas menuju rumah sakit bersama keluarganya menggunakan sepeda motor.
Namun setibanya di lokasi, putranya sudah dinyatakan meninggal dunia.
Korban mengalami luka tembak yang diduga berasal dari peluru senapan angin di bagian mata kiri.
Selain itu, terdapat luka pada kepala dan ibu jari kaki yang diduga akibat senjata tajam.
"Kepala dan jempol kakinya juga terluka karena kena senjata tajam," kata Ika, Jumat (24/7/2026).
Ika menegaskan, putranya bukan pelaku tawuran. Ia menjelaskan, sebelum kejadian, Daffa berada di rumah neneknya dan berpamitan untuk pulang mengambil pakaian.
"Sekitar jam setengah 12 malam, dia permisi sama neneknya mau ke rumah saya untuk ambil baju. Tapi, sebelum itu, jam 10 malam, dia juga bilang kayak gitu ke saya," ujarnya.