DELI SERDANG – Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan delapan kendaraan di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7/2026). Dalam peristiwa tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo mengatakan, penyidik kini mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah titik sebelum lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi truk sebelum tabrakan terjadi.
Menurut Widodo, rekaman CCTV yang diperoleh dari salah satu rumah makan memperlihatkan truk melaju dengan kecepatan tinggi sesaat sebelum menghantam kendaraan di depannya. Namun, polisi masih membutuhkan rekaman dari titik lain guna memastikan apakah truk sudah mengalami gangguan, termasuk dugaan rem blong, sebelum memasuki lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Polisi Analisis CCTV Kecelakaan Sibolangit, Truk Tronton Diduga Rem Blong hingga Pecah Ban "Rekaman yang kami miliki baru menunjukkan kondisi sesaat sebelum kecelakaan. Kami masih mencari CCTV dari lokasi sebelumnya untuk mengetahui apakah kendaraan sudah mengalami kendala atau tidak," ujar Widodo.
Ia menjelaskan, jika benar terjadi kerusakan pada sistem pengereman, seharusnya terdapat tanda-tanda pengemudi berusaha mengendalikan laju kendaraan saat melintasi jalan menurun. Hal tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan, termasuk truk pengangkut air mineral, telah dievakuasi ke Polsek Pancur Batu. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena petugas harus menerapkan sistem buka tutup jalan agar arus lalu lintas di kawasan Sibolangit tetap dapat dilalui kendaraan dari dua arah.
Selain proses evakuasi, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, penyelidikan akan diperkuat melalui Traffic Accident Analysis (TAA) yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara.
Melalui metode TAA, penyidik akan menganalisis berbagai bukti di lokasi, termasuk kondisi kendaraan, jejak pengereman, posisi tabrakan, hingga rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan. Hasil analisis tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menentukan proses hukum lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil penyelidikan selesai. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna memastikan kronologi peristiwa secara utuh.* (ds/dh)