MEDAN – Sebanyak 18 personel TNI dari Kodam I/Bukit Barisan (BB) diterjunkan untuk membantu proses distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penyaluran BBM di tengah antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy mengatakan, personel yang diterjunkan merupakan prajurit yang memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan berat, termasuk truk tangki pengangkut BBM.
"Ada 18 personel Kodam I/BB yang turut membantu pendistribusian BBM di wilayah Sumatera Utara," ujar Sandy, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Pertamina Tambah Puluhan Armada, SPBU di Medan Kini Kembali Beroperasi Normal Menurutnya, keterlibatan personel TNI dilakukan atas permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pihak Pertamina untuk mendukung kelancaran distribusi BBM.
"Personel yang dikerahkan memiliki kualifikasi sebagai pengemudi kendaraan besar untuk mengawaki truk tangki Pertamina agar distribusi BBM ke SPBU berjalan lancar," jelasnya.
Sandy menambahkan, masa penugasan personel TNI akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Perbantuan akan dihentikan setelah distribusi BBM kembali normal.
"Pelaksanaan bantuan ini bersifat sementara. Jika kondisi sudah normal, maka perbantuan akan selesai. Kami berharap kelangkaan BBM segera teratasi," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu terganggunya distribusi BBM akibat pemberhentian massal sopir truk tangki Pertamina.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pertamina serta TNI-Polri guna menyediakan personel yang dapat menggantikan sementara pengemudi truk tangki hingga proses perekrutan sopir baru selesai.
Bobby juga menegaskan persoalan internal distribusi tidak boleh berdampak terhadap pelayanan kebutuhan energi masyarakat.* (ds/dh)