BANDUNG – Seorang pria berinisial SS (26), yang diketahui menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ranca Mulya 2, Kabupaten Bandung, ditemukan meninggal dunia di kawasan sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Minggu (12/7/2026). Peristiwa tersebut kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima dari teknisi dan petugas keamanan pusat perbelanjaan sekitar pukul 06.30 WIB.
Usai menerima laporan, personel Polsek Regol bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Mitra MBG Curhat ke DPR, Soroti Nasib Dapur Saat Ada Kasus Keracunan Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih guna menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada hari Minggu sekitar pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan petugas keamanan terkait adanya penemuan seorang pria meninggal dunia. Setelah menerima laporan, anggota bersama Tim Inafis langsung melakukan olah TKP," kata Kompol Megawati, dikutip Selasa (14/7/2026).
Dalam pemeriksaan awal, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, kartu identitas, sandal, serta sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada pihak keluarga. Surat tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang akan didalami penyidik.
Polisi memastikan identitas korban telah diketahui dan keluarga telah dihubungi untuk proses identifikasi. Pihak keluarga juga telah mendatangi rumah sakit dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.
"Korban merupakan warga Kabupaten Bandung. Keluarga sudah kami hubungi dan datang untuk proses identifikasi. Selanjutnya kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit," ujar Megawati.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi yang sedang berjalan.
Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Regol bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung.* (tm/dh)