MEDAN — Dugaan kasus pelecehan seksual di Universitas Sumatera Utara (USU) ternyata tidak hanya terjadi di satu lingkungan fakultas.
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USU saat ini tengah menangani dua dugaan peristiwa kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.
Satu kasus yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU sebelumnya ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial.
Baca Juga: Satgas PRR Salurkan 5 Ambulans ke Wilayah Terdampak Bencana, Layanan Kesehatan Diperkuat Sementara itu, dugaan kasus lain yang terjadi di Fakultas Kedokteran (FK) baru terungkap setelah Satgas PPKS melakukan penelusuran dan pemeriksaan.
Ketua Satgas PPKS USU, Meutia Nauly, menyampaikan bahwa jumlah korban dalam perkara tersebut mencapai lebih dari 10 orang.
Namun, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan sehingga belum dapat menyampaikan rincian secara lengkap kepada publik.
"Saat ini sedang proses pemeriksaan, tentunya tidak bisa saya ungkapkan satu per satu karena juga itu nanti bisa jadi miss ya. Sekarang tetap berlangsung setidaknya minimal 10 sudah kita interview terkait ini dan memang betul korban banyak tapi kita belum dapat rinci. Dan itu juga korban banyak dan juga pelaku bukan cuma satu terkait dengan ini," ujar Meutia, Senin (13/7/2026).
Meutia mengatakan, Satgas PPKS USU belum dapat memberikan informasi lebih jauh mengenai dugaan kasus yang sedang berjalan karena proses pengumpulan keterangan masih berlangsung.
Menurutnya, laporan terkait dugaan kekerasan seksual tersebut baru diterima pihak Satgas PPKS pada Kamis (9/7/2026).
Saat ini, proses pemanggilan terhadap pihak terduga pelaku masih dilakukan.
"Pemeriksaan masih berlangsung, kami juga baru menerima laporan pada Kamis (9/7) lalu, pemanggilan terduga pelaku masih dalam proses," katanya.
Satgas PPKS USU menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama dalam penanganan perkara tersebut.