MEDAN – Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah insiden berhentinya wahana bianglala yang membuat 30 pengunjung terjebak di ketinggian pada Sabtu malam, 11 Juli 2026.
Kapolsek Medan Tembung, Komisaris Polisi Ras Maju Tarigan, mengatakan pasar malam yang dikelola PT Nusantara Ria tersebut tidak memiliki surat izin keramaian dari kepolisian.
Selain melakukan penutupan sementara, polisi juga mulai menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Baca Juga: Heboh! Dua Polisi Polres Samosir Diduga Jadi Pengedar Sabu, Satu Positif Narkoba "Bahwa izin dia itu tidak ada ya. Ya kita tutup sementara. Kita lidik, kemarin apa sebetulnya yang terjadi. Nanti kalau ada kita temukan kesalahannya, kita proses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kompol Ras Maju Tarigan kepada wartawan, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut hasil penyelidikan awal, selain diduga terjadi korsleting listrik, polisi juga menemukan indikasi bahwa wahana bianglala mengalami kelebihan kapasitas penumpang sehingga putarannya tidak lagi berjalan normal.
"Pengunjung itu ramai, sudah penuh. Karena terlalu udah over. Putarannya itu tidak normal lagi. Sehingga terjadi kerusakan dan enggak berputar lagi dia. Jadi panik yang di atas," jelasnya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh pengunjung yang terjebak berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Proses penyelamatan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Deli Serdang bersama Disdamkarmat Kota Medan.
"Ditelepon lah yang pemadam itu karena mobil orang itu kan ada tangga itu, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi," kata Ras Maju Tarigan.
Sebelumnya, sebanyak 30 orang terdiri atas 14 anak-anak dan 16 orang dewasa terjebak di wahana bianglala yang tiba-tiba berhenti beroperasi sekitar pukul 21.51 WIB.
Dalam proses evakuasi, petugas mengerahkan satu unit skylift dari Disdamkarmat Kota Medan untuk mempercepat penyelamatan.
Evakuasi berlangsung secara bertahap hingga seluruh korban berhasil diturunkan dengan selamat.