ACEH TAMIANG- Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meninjau kesiapan Hunian Tetap (Huntap) Presisi di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur hunian siap sebelum diresmikan dan ditempati masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari kedua Ruddi Setiawan menjabat sebagai Kapolda Aceh, Selasa (7/7/2026). Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, serta Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail.
Kapolda Aceh bersama rombongan mengecek langsung kondisi kawasan Huntap Presisi, mulai dari kualitas bangunan rumah hingga fasilitas pendukung seperti akses jalan lingkungan, jaringan utilitas, sistem drainase, serta fasilitas umum lainnya.
Baca Juga: Ruddi Setiawan Ambil Alih Komando Polda Aceh, Siap Perkuat Keamanan dan Pelayanan Peninjauan tersebut menjadi tahap akhir sebelum Hunian Tetap Presisi diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan pembangunan Huntap Presisi telah selesai sesuai standar dan siap digunakan oleh masyarakat.
"Kapolda Aceh ingin memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung Huntap Presisi berada dalam kondisi optimal. Setiap rumah juga telah dilengkapi kebutuhan dasar sehingga siap ditempati masyarakat penerima manfaat," ujar Joko.
Menurutnya, kawasan Huntap Presisi dibangun di atas lahan sekitar enam hektare dengan jumlah target mencapai 300 unit rumah permanen tipe 36.
Pembangunan hunian tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir. Kehadiran hunian baru ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi warga.
Joko menambahkan, program Huntap Presisi menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam memberikan pelayanan sosial serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang diharapkan segera dapat menempati rumah baru dan kembali membangun kehidupan setelah mengalami dampak bencana.* (dh)