TAPANULI SELATAN – Sedikitnya 23 titik longsor dan badan jalan amblas ditemukan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok–Tarutung yang melintasi Kabupaten Tapanuli Selatan hingga Tapanuli Utara.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengganggu arus transportasi dan distribusi barang di kawasan itu.
Di sejumlah lokasi, badan jalan mengalami penurunan yang cukup parah.
Baca Juga: Banggakan Sumut! Penampilan Felicia Tuai Standing Ovation dan Lolos ke Top 5, HBB Ajak Masyarakat Batak Dukung Menuju Juara The Icon Indonesia Kerusakan tersebut dinilai membutuhkan penanganan secara menyeluruh agar tidak terus mengancam pengendara yang melintas setiap hari.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan karena kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama.
"Yang masyarakat tahu, jalan ini sudah bertahun-tahun rusak tanpa ada perbaikan yang memadai," ujar seorang warga yang melintas di jalur tersebut, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ruas Sipirok–Tarutung merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Ia mengatakan, kerusakan jalan tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Apalagi, jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Medan, Tarutung, Sipirok, hingga Kota Padangsidimpuan.
Jalur ini menjadi urat nadi distribusi barang, hasil pertanian, dan mobilitas masyarakat di wilayah Tapanuli.
"Kalau terjadi longsor, kemacetan bisa berlangsung berhari-hari. Distribusi barang terganggu dan hasil pertanian masyarakat juga sulit dipasarkan," pungkasnya.
Sorotan terhadap kondisi ruas Jalinsum Batu Jomba sebelumnya juga disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah.