LABUHANBATU – Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI membawa belasan ekor sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Video tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, pemilik lahan yang disebut dalam video memberikan penjelasan berbeda terkait peristiwa tersebut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Patriot Bond dan Merah Putih Bond Bukan Pengampunan Pajak: Uang Aman, Tapi Perusahaan Tetap Diperiksa Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria berjalan di lokasi yang gelap.
Perekam video menyorot menggunakan senter sambil memperlihatkan beberapa ekor sapi, sebuah truk Colt Diesel berwarna kuning, serta benda yang disebut sebagai alat bius sapi.
Perekam video, Erwin Hutabarat, menuding sapi milik ibunya diambil secara paksa oleh seorang warga dengan bantuan sejumlah orang.
"Inilah lembu mamaku, Baru Naga, yang diambil paksa oleh anggota Jefri dari lokasi dan sisanya telah dibawa naik Colt Diesel warna kuning. Inilah sisanya ditembak bius dan inilah truk yang dibawa untuk mengangkut," ujar Erwin dalam video tersebut.
Saat dikonfirmasi, Erwin mengatakan proses pengambilan sapi itu melibatkan puluhan orang yang disebutnya sebagai anggota TNI.
"Orang termasuk satu kompi. Banyaknya anggota yang dibawa termasuk 25 orang, termasuk satu kompi TNI," kata Erwin.
Ia juga mengaku sebelumnya telah ada rencana mediasi terkait persoalan tersebut.
Namun, menurutnya, mediasi yang dijadwalkan berlangsung di Polsek Labuhan Bilik tidak terlaksana.
"Semalam tanggal 16 pukul 15.00 WIB akan ada mediasi hari Rabu di Polsek Labuhan Bilik. Ternyata mereka ingkar janji, tidak menghargai aparat negara, aparat desa, bahkan masyarakat setempat," ucapnya.