KUPANG – Keluarga almarhumah dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha menilai tekanan psikologis yang dialami dokter muda tersebut setelah insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya pada kematian.
Pernyataan itu disampaikan paman almarhumah, Fabianus Banase, saat memberikan keterangan kepada wartawan di rumah duka, Sabtu (27/6/2026).
Fabianus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare pada Rabu (24/6/2026), dr. Icha didiagnosis mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik setelah mengalami guncangan psikologis.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Medan Dilaporkan atas Dugaan Pengeroyokan, Polisi Layangkan Pemanggilan "Ia mengalami guncangan yang sangat hebat, bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri. Itu semua tertuang dalam hasil pemeriksaan medis," kata Fabianus.
Menurutnya, keluarga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Namun sebelum pemeriksaan dilakukan, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya.
"Kami sudah berencana membawa dia kontrol lagi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Anak kami lebih dulu meninggal dunia," ujarnya.
Fabianus mengatakan keluarga meyakini tekanan psikologis yang dialami dr. Icha setelah insiden dengan dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi penyebab memburuknya kondisi almarhumah.
"Artinya anggota DPRD ini secara kejam membunuh anak kami," ujar Fabianus.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian pihak keluarga.
Hingga kini, kepolisian belum menyatakan adanya hubungan hukum antara kematian dr. Icha dengan dugaan intimidasi yang sebelumnya dilaporkan.
Fabianus juga mendesak pimpinan DPRD TTU dan partai politik tempat kedua legislator tersebut bernaung agar segera mengambil sikap.